Thursday, March 3, 2016

Makalah : Ruang lingkup Pendidikan Islam



BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah
         Bila kita berbicara tentang ruang lingkup pengajaran agama maka akan dikemukakan beberapa pembahasan pengajaran agama itu yang sudah menjadi mata pelajaran  yang berdiri sendiri disebuah perguruan agama. Tentu saja seharusnya sudah mempunyai metodik khusus untuk masing-masing mata pelajaran.
        Jumlah dan jenis mata pelajaran dapat saja bertambah/dipecah dan mungkin digabung. Karena wahyu dan sabda Rasulullah tidak akan bertambah lagi, yang bertambah adalah bidan studi dari segi pengelompokannya serta pembahasannya.
B.   Rumusan Masalah
1.      Sebutkan ruang lingkup pendidikan islam itu ?
2.      Bagaiman hakekat pendidikan islam itu ? 
3.      Bagimana sasaran pendidikan islam ?
4.      Apa tujuan pendidika islam ?

 



                                                      BAB II
A.    RUANG LINGKUP ILMU PENDIDIKAN ISLAM
            Pendidikan islam sebagai ilmu mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, karena didalamnya banyak segi-segi atau pihak-pihak yang ikut terlibat baik langsung atau tidak langsung.
Adapun segi-segi dan pihak-pihak yang terlibat dalam pendidikan islam adalah sebagai berikut:
1)      Perbuatan mendidik itu sendiri
Yang dimaksud dengan perbuatan mendidik disini adalah seluruh kegiatan, tindakan atau perbuatan dan sikap yang dilakukan oleh pendidikan sewaktu menghadapi/mengasuh anak didik. Atau dengan istilah yang lain yaitu sikap atau tindakan menuntun,membimbing,memberikan pertolongan dari seorang pendidik kepada anak didik menuju kepada tujuan pendidikan islam , dan dalam mendidik ini sering disebut dengan istilah tahzib.
2)      Anak didik
Yaitu pihak yang merupakan obyek terpenting dalam pendidikan, hal ini disebabkan perbuatan atau tindakan mendidik itu diadakan atau dilakukan hanyalah untuk membawa anak didik kepada tujuan pendidikan islam yang kita cita-citakan. Dan dalm pendidikan islam anak didik itu sering kali disebut dengan istilah yang bermacam-macam, antara lain : santri, talib, mutaallim, muhazab, tilmiz.

3)      Pendidik
Yaitu subyek yang melaksanakan pendidikan islam, pendidik ini mempunyai peranan penting untuk berlangsungnya pendidikan. Baik atau tidaknya pendidik berpengaruh besar terhadap hasil pendidikan islam. Pendidik ini sering disebut muallim, muhazib, ustaz, kiyai, dan sebagainya.
Disamoing itu ada pula yang menyebutnya dengan istilah mursyid artinya yang memberikan petunjuk, karena mereka memang memberikan petunjuk, karena mereka memang mereka memberikan petunjuk-peunjuk kepada muridnya,
4)      Materi pendidikan islam
Yaitu bahan-bahan, atau pengalaman –pengalaman belajar ilmu agama islam yamg disusun  sedemikian rupa (susunan yang lazim tetapi yang logis) untuk disajikan atau disampaikan kepada anak didik . dalam pendidikan islam materi pendidikan ini sering kali disebut dengan istilah maddatut tarbiyah.
5)      Metode pendidikan islam
Yaitu cara yang tepat dilakukan oleh pendidikan untuk menyampaikan bahan atau materi pendidikan islam kepada anak didik. Metode ini mengemukakan bagaimana mengolah, menyusun dan menyajikan materi pendidikan islam, agar materi pendidika islam tesebut dapat dengan mudah diterimah dan dimiliki anak didik. Dalam pendidikan islam metode pendidikan islam ini disebut dengqan istilah tariqatut ttarbiyah.
6)      Evaluasi pendidikan
Yaitu memuat cara-cara bagaimana mengadakan evaluasi atau penilaian terhadap hasil belajar anak didik . tujuan pendidikan islam umumnya tidak dapat dicapai sekaligus, melainkan melalui proses atau pertahapan tertentu. Apabila tujuan pada tahap atau fase ini telah dicapai maka pelaksanaan pendidikan dapat dilanjutkan padda tahap berikutnya dan berakhir dengan terbentuknya kepribadian muslum.
7)      Alat-alat pendidikan islam
Yaitu alat-alat yang digunakan selama melaksanakan pendidikan islam agar tujuan pendidikan islam  tersebut lebih berhasil.
8)      Lingkungan sekitar atau milleu pendidikan islam
Yaitu keadaan-keadaan yang ikut berpengaruh dalam pelaksanaan serta hasil pendidikan islam.
Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup pendidikan islam itu sangat luas, sebab meliputu segla aspek yang menyangkut penyelenggaraan pendidikan
Adapun mengenai obyek ilmu pendidika islam dapat dibedakan menjadi obyek material dan obyek formal. Obyek material ilmu pendidikan islam yaitu anak didik yang masih proses pertumbuhan, ia memiliki berbagai kemungkinan untuk dituntun dan dikembangkan kepada tujuan yang diinginkan. Sedangkan obyek formal ilmu pendidikan islam yaitu perbuatan mendidik yang ditujukan kepada anak didik untuk membawa anak didik kepada tujuan pendidikan islam
B.     HAKEKAT PENDIDIKAN ISLAM
         Hakekat pendidikn islam adalah usaha seorang muslim yang bertaqwa secara sadar mengarahkan dan membimbing pertumbuhan serta perkembangan fitrah (kemampuan dasar) anak didik melalui ajaran islam kearah tiik maksimal perumbuhan dan perkembangan. Pendidikan secara teoritis mengandung pengertian “memberi makanan”(opsaending) kepada jiwa anak didik sehingga mendapatkan kepuasan rohania, juga sering diajukan dengan menumbuhkan kemampuan dasar manusia. Bila ingin diarahkan kepada pertumbuhan sesuai dengan ajaran islam, maka harus berperoses melalui sistem pendidikan islam baik melalui kelembagaan maupun secara kurikuler. Esensi dari pada potensi dianmis dalam setiap diri manusia itu terletak pada keimanan/keyakinan. Ilmu pengetahuan (moralitas) dan pengalamannya . Dan keempat potensi essensial ini menjadi tujuan fungsional pendidikan islam. Oleh karenanya, maka dalam strategi pendidikan islam, keempat potensi dinamis yang essensial tersebut menjadi titik pusat dari lingkaran proses pendidikan islam sampai kepada tercapainya tujuan akhir pendidikan, yaitu ,manusia dewasa yang mukmin, muslim, dan mukhlisin dan muttaqin. Pendidikan islam itu bisa dibilang proses,  maka dibutuhkan juga sebuah sistem dan saran atau tujuan yang hendak dicapai melalui proses-proses sistem tertentu karena sasaran dan tujuan yang jelas akan menghilangkan nilai hakiki pendidikan.
C.    SASARAN PENDIDIKAN ISLAM
Sejalan dengan misi agama islam yang bertujuan memberikan bagi sekalian makhluk di alam ini, maka pendidikan islam mengidentifikasikan sasaran yang digali dari sumber ajaran al-Qur’an meliputi empat pegembangan fungsi manusia.
1.      Menyadarkan manusia secara individual pada posisi dan fungsinya ditengah makhluk lain, serta tentang tanggung jawab dalam kehidupan, dengan kesadaran ini, manusia akan mampu berperan sebagai makhluk Allah yang paling utama diantara makhluk-makhluk lainnya sehingga mampu berfungsi sebagai khalifah dimuka bumi ini, karena manusia sedikit lebih tinggi kejadiannya dari malaikat, yang hanya terdiri dari unsur-unsur rohania, yaitu nur ilahi.manusia adalah makhluk yang tediri dari perpaduan unsur-unsur rohani dan jasmani.
2.      Menyadari fungsi dalam hubungannya masyarakat serta tanggung jawabnaya terahadap ketertiban masyarakat itu. Oleh karena itu, manusia harus mengadakan interelasi dan interaksi dengan sesamanya dalam kehidupan bermasyarakat. Manusia adalah homososius (makhluk social). Mengapa islam mengajarkan tentanmg perasamaan, persaudaraan, kegotongroyongan, dan musyawarah yang dapat membentuk masyarakat itu menjadi persekutuan hidup yang utuh.
3.      Menyadarkan manusia terhadap pencipta alam dan mendorongnya untuk beribadah  kepada-nya. Oleh karena itu, manusia sebagai homodivinans (mahluk yang berketuhanan) sikap dan watak religiusnya perlu dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu menjiwai dan mewarnai kehidupannya. Pada hakikatnya, dalam diri tiap manusia telah diberi kemampuan untuk beragam dan kemampuan itu berada di dalam fitrahnya secara alami. Oleh karena itu seorang saujana barat, C.G.Jung, memandang kemampuan beragama ini sebagai naturaliter religiosa (naluri beragama)
4.      Menyadarkan manusia tentang kedudukannya terhadap makhluk lain, serta memberikan kemungkinan kepada manusia untuk mengambil manfaat.dengan kesadaran demikian, maka manusia sebagai khalifah diatas bumi dan yang terbaik diantara makhluk lain, akan mendorong untuk melakukan pengelolaan, mengeksploitasikan serta mengayagunakan ciptaan Allah untuk kesejahtraan hidup bersama-sama dennnngan lainnya. Pada akhirnya, kesejahteraan hidup bersama-sama dengan lainnya. Pada akhirnya, kesejahteraan yang diperolehnya itu digunaka sebagai sarana untuk mencapai kebahagiaan hidup di akhirat. Bukanlah dunia ini bagaikan lading untuk digarap dan ditanam dengan tanaman yang berguna bagi hidupnya di akhirat nanti? Selain itu, dalam kejadian alam ciptaan Allah ini terkandung rahsia yang bila dapat diungkapkan, akan memberikan cakrawala ilmu pengetahuan yang benar serta hikmah-hikmah yang tinggi bagi manusia.oleh karena itu terserah kepada manusia sendiri bagaimana cara mengungkapkan rahasia tersebut. Sudah tentu faktor akal budi(ratio), sangat menentukan mampu tidaknya manusia menggali dan mengungkapkan rahasia-rahasia alam tesebut. Untuk itu faktor kegiatan belajar dan mengajar merupakan pangkal tolak dari kemampuan tersebut di atas.


D.   Tujuan pendidikan islam
Dilihat dari ilmu pendidikan teoritis, tujuan pendidikan ditempuh secara bertingkat, misalnya tujuan intermedier (sementara atau antara) yang dijdadikan batas sasaran kemampuan yang harus dicapai dalam proses pendidikan Pada tingkat tertentu, untuk mencapai tujuan akhir. Tujuan incidental merupakan peristiwa tertentu yang tidak direncanakan, akan tetapi dapat dijadikan sasaran dari proses pendidika pada tingkat tertentu. Misalnya, peristiwa meletusnya gunung merapi, dapat dijadikan sasaran pendidikan yang mengandung tujuan tertentu, yaitu anak didik timbul kemampuannya untuk memahami arti kekuasaan Tuhan yang harus diyakini kebenarannya. Tahap kemampuan ini menjadi bagian dari tujuan antara untuk mencapai tujuan akhir pendidikan. Berbagai tingkat pendidikan yang dirumuskan secara teoritis itu bertujuan untuk memudahka proses kependidikan melalui tahap yang makin meningkat (progresif) kearah tujuan akhir. Dalam sistem operasionalisasi kelembagaan pendidikan berbagai tingkat tujuan tersebut ditetapkan secara berjenjang dalam struktur program instruksional, sehingga tergambarlah klasidikasi gradual yang semakin meningkat, bila dilihat dari pendekatan sisten instruksional tertentu sebagai berikut:
1.      Tujuan instruksional khusus, diarahkan pada setiap bidan studi yang harus dikuasai dan diamalkan oleh anak didik.
2.      Tujuan instruksional umum, diarahkan pada penguasaan atau pengamata suatu bidan umum atau garis besarnya sebagai kebetulan.
3.      Tujuan kurukuler, yang ditetapkan untuk dicapai melalui garis-garis besar program pengajaran disetiap institusi (lembaga ) pendidikan.
4.      Tujuan institusional adalah tujuan yang harus dicapai menurut program pendidikan ditiap sekolah atau lembaga pendidikan tertentu secara bulat atau terminal seperti tujuan institusional SMTP/SMTA atau STM (Tujuan terminal)
5.      Tujuan umum atau tujuan nasional adalah cita-cita hidup yang ditetapkan untuk dicapai melalui proses kependidikan dengan berbagai cara atau sistem baik sistem, formal (sekolah), sistem nonformal (non klasikal dan non kurikuler) maupu informal.
                                                             
                                                                       BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
     1. Ruang lingkup pendidikan
1)       Perbuatan mendidik itu sendiri
2)      Anak didik
3)      Pendidik
4)      Materi pendidikan islam
5)      Metode pendidikan islam
6)      Evaluasi pendidikan islam
7)      Alat pendidikan islam
8)      Lingkungan sekitar
     2. Hakekat pendidikan islam
Hakekat pendidikn islam adalah usaha seorang muslim yang bertaqwa secara sadar                                 mengarahkan dan membimbing pertumbuhan serta perkembangan fitrah (kemampuan dasar) anak didik melalui ajaran islam kearah tiik maksimal perumbuhan dan perkembangan.
     3. Sasaran pendidikan islam
1)      menyadarkan manusia secara individual pada posisi dan fungsinya ditengah makhluk lain, serta tanggun jawab dalam kehidupan.
2)      Menyadari fungsi dalam hubungannya masyarakat serta tanggung jawabnaya terahadap ketertiban masyarakat itu
3)      Menyadarkan manusia terhadap pencipta alam dan mendorongnya untuk beribadah  kepadanya.
      4. Tujuan pendidikan islam
1). Tujuan instruksional khusus, diarahkan pada setiap bidan studi yang harus dikuasai dan diamalkan oleh anak didik.
              2.) Tujuan instruksional umum, diarahkan pada penguasaan atau pengamata suatu bidan umum atau garis besarnya sebagai kebetulan.
              3) tujuan kurukuler, yang ditetapkan untuk dicapai melalui garis-garis besar program pengajaran disetiap institusi (lembaga ) pendidikan.
4)      Tujuan institusional adalah tujuan yang harus dicapai menurut program pendidikan ditiap sekolah atau lembaga pendidikan tertentu secara bulat atau terminal seperti tujuan institusional SMTP/SMTA atau STM (Tujuan terminal)
5)      Tujuan umum atau tujuan nasional adalah cita-cita hidup yang ditetapkan untuk dicapai melalui proses kependidikan dengan berbagai cara atau sistem baik sistem, formal (sekolah), sistem nonformal (non klasikal dan non kurikuler) maupu informal.
B. SARAN
     1.Mudah-mudahan dengan makalah ini, diharapkan para pembaca dapat mengetahui tentang  ruang lingkup pendidikan islam, hakekat pendidikan islam, sasaran pendidikan islam, dan tujuan pendidikan islam.
     2. Penulis sangat mengharapkan keritik dan saran dari pembaca yang sifatny membangun, agar dapat menjadi teguran dan acuan bagi kami demi kesempurnaan makalah kami selanjutnya.    
                                         

                                              Daftar Pustaka
Arifin,H.M. 2000.Ilmu pendidikan islam.jakarta: PT. Bumi Aksara.
Aly,Hery Noer.2003.watak pendidikan islam. Jakarta utara: friska agung insane
Azis,Erawati.2003.prinsip-prinsip pendidikan islm.solo: tiga serangkai pustaka mandiri
http ://mkpd.wordpress.com 
Nurbaiti,Dra,hj. 1996.ilmu pedidikan islam.bandung : pustak setia bandung.











No comments:

Post a Comment

makalah-makalah dan tugas power point (ppt): Metode Kajian Hadis

makalah-makalah dan tugas power point (ppt): Metode Kajian Hadis : BAB I PENDAHULUAN A.   Latar Belakang Petunjuk-petunjuk agama men...