BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Dalam setiap organisasi khususnya organisasi pendidikan yang baik
diharapkan setia manajer atau pimpinan mampu memanajemen dengan baik serta
memiliki kecakapan untuk memformulasikan pikiran, memahami teori-teori, melakukan
aplikasi, melihat kecendrungan berdasarkan kemampuan teoritis yang dibutuhkan
dalam dunia pendidikan/kerja, apabila hal ini terwujud maka setiap organisasi
pasti akan bisa mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Dalam kenyataannya setiap organisasi khususnya lembaga pendidikan bagi para
manajer belum mampu untuk melakukan pembinaan, teknik-teknik serta
peran-peranannya dengan baik. Hal ini diakibatkan karena para manajer/pimpinan
lembaga pendidikan masih belum mampu mengembangkan dan merevisi teknik-teknik
dalam memproses para peserta didik .
Manajemen pada aspek teknik merupakan usaha yang akan dilakukan oleh para
manajer dalam menangani teknik-teknik dimana teknik-teknik yang sudah ada
direvisi, dipelihara dan dimamfaatkan serta teknik-teknik yang baru
dikembangkan agar mampu memenuhi tuntutan lingkungan dan berinovasi.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apakah yang dimaksud
dengan manajemen pada aspek tehnik?
2.
Jelaskan macam-macam
kegiatan dan tehnik pendidikan dalam memproses para siswa/mahasiswa?
3.
Mengapa manajer
disebut sebagai Pembina tehnik?
4.
Bagaimana peran
manajer dalam tehnik-tehnik penunjang kegiatan belajar?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Manajemen Pada Aspek
Teknik
Manajemen merupakan suatu perencanan, perorganisasian, pelaksanaan,
pengontrol, dan pengevaluasi yang dilakukan oleh manajer dalam suatu organisasi
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Teknik merupakan salah satu elemen organisasi yang merupakan salah satu
dimensi manajemen secara sistem dengan tugas mengoptimalkan keputusan-keputusan
(Shede, 1974 : 57).
Teknik yang diamaksud dalam pendidikan adalah segala sesuatu yang digunakan
untuk mengubah input (masukan)
menjadi output (keluaran) yang
didahului oleh keputusan-keputusan yang optimal tentang pengaturan lingkungan,
materi pembelajaran yang diberikan, proses belajar mengajar, media pendidikan
dan penilaian.
Manajemen pada aspek teknik ialah usaha para manajer menangani
teknik-teknik yang ada dalam organisasinya agar teknik-teknik itu dapat
digunakan secara optimal dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
B. Macam Macam Kegiatan dan Teknik
Pendidikan dalam Memproses Para Siswa/Mahasiswa
Ada bermacam-macam kegiatan dalam memproses siswa atau mahasiswa dan
masing-masing kegiatan itu membutuhkan teknik sendiri-sendiri.
Kegiatan-kegiatan dan teknik-teknik itu dapat dibagi dua yaitu:
1.
Kegiatan-kegiatan
dan teknik yang langsung berhubungan dengan memproses para siswa atau para
mahasiswa antara lain :
a.
Kegiatan bimbingan
karier dan penjurusan atau penempatan serta pembinaan bakat
b.
Kegiatan
pengembangan afeksi
c.
Kegiatan
pengembangan kognisi
d.
Kegiatan
pengembangan keterampilan jasmani dan kesehatan
e.
Kegiatan
mengintegrasikan atau memadukan perkembangan asek-asek individu menjadi
kesatuan yang utuh yang dijiwai oleh falsafah Pancasila
f.
Kegiatan khusus
menempa manusia pembangunan yang cinta pada tanah air dan bangsanya
g.
Kegiatan bimbingan
konseling untuk melancarkan proses belajar
h.
Kegiatan melakukan
penelitian
i.
Kegiatan
melaksanakan pengabdian kepada masyarakat
2.
Kegiatan-kegiatan
dan teknik-teknik penunjang kegiatan belajar para siswa atau mahasiswa.
C.
Manajer
Sebagai Pembina Teknik
Subsistem teknik dalam manajemen secara sistem memiliki sifat tersendiri
yang berbeda dengan sifat-sifat sub sistem yang lain minsalnya dalam sub sistem
struktur para manajer terlibat langsung didalamnya artinya struktur itu
sebagian besar ditangani oleh para manajer.
Dalam subsistem teknik para manajer tidak dapat melakukan penanganan secara
langsung sebab teknik-teknik itu dipegang oleh petugas-petugas lapangan. Para
manajer tidak langsung membimbing proses belajar siswa atau mahasiswa mereka
hanya sebagai pengendali yang berada diatas petugas_petugas tesebut.
Mereka hanya menentukan strategi, pendekatan, kebijakan, menciptakan dan
mempertahankan moral kerja, kondisi kerja dan membina.
Tugas manajer dalam menggerakkan tugas mandiri dan berstruktur adalah
dengan menyediakan kondisi kerja yang baik, yaitu dengan cara memperbanyak
sumber belajar terutama bahan cetakan.
Pekerjaan manajer selanjutnya adalah membina para pengajar agar mereka
secara kontinu memberikan tugas mandiri dan berstruktur kepada para siswa atau
mahasiswanya. Manajer perlu mengembangkan alat kontrol untuk mengetahui
perkembangan tugas.
Pekerjaan manajer yang lain dari segi teknik ini adalah membina para
pengajar agar selalu melaksanakan butir-butir pancasila dalam melaksanakan
tugasnya baik ketika mengajar dikelas, dalam diskusi, dalam belajar kelompok
maupun dalam bekerja nyata.
Hal lain yang masih perlu mendapatkan perhatian dari para manajer
pendidikan dalam aspek teknik ialah realisasi program bimbingan dan konseling
disekolah-sekolah maupun di perguruan tinggi dan program penelitian. Manajer
mencari strategi terbaik menciptakan kebijakan dan kondisi kerja sedangkan
petugas BK mencari tekni-teknik yang cocok untuk memanjukan programnya. Mereka
bekerja sama yang satu sebagai fasilitator dan pembina dan yang lainnya sebagai
pelaksana.
D.
Peranan Manajer dalam Teknik-Teknik
Penunjang Kegiatan Belajar
Yang dimaksud dengan teknik-teknik penunjang kegiatan belajar ialah
teknik-teknik yang tidak secara langsung digunakan dalam proses belajar
mengajar, tetapi memberi pengaruh terhadap kelancaran proses belajar mengajar.
Teknik-teknik ini pada umumnya bersifat kelembagaan artinya teknik-teknik
itu diterapkan pada lembaga secara keseluruhan dan sebagian besar ditangani
oleh para manajer pendidikan. Teknik-teknik yang dimaksud antara lain :
1.
Teknik menciptakan masyarakat belajar di
sekolah
Masyarakat belajar
adalah masyarakat yang sibuk dengan usaha-usaha mengembangkan dan menumbuhkan
semua aspek individu. Sekolah sebagai masyarakat belajar berarti sekolah yang
semua personalianya hanya disibukkan oleh usaha-usaha mengembangkan dan
menumbuhkan setia individu siswanya dan dalam hal ini manajer pendidikan
mengusahakan agar para personalia berprilaku sesuai dengan tugasnya.
Tujuan masyarakat
belajar terutama membuat para siswa giat belajar, hal ini sangat mungkin
dicapai para personalia sekolah yang berfungsi sebagai kondisi belajar juga
mewujudkan dirinya sebagai masyarakat belajar. Jadi para personalia sekolah
dengan para siswanya diharapkan membentuk masyarakat belajar
disekolahnya.
2.
Teknik menciptakan
masyarakat ilmiah diperguruan tinggi
Masyarakat ilmiah
adalah masyarakat yang perilaku anggota-anggotanya didasari oleh kenyataan
dilapangan yang dapat diamati, tidak mengada-ada, tidak menyimpang dari
kenyataan peraturan yang berlaku dan memecahkan masalah berdasarkan data.
Konsep masyarakat
ilmiah di perguruan tinggi bermaksud agar setiap warga kampus , terutama para
dosen dan mahasiswa sebagai warga yang berkecimpung dalam bidang ilmu,
berprilaku ilmiah agar perguruan tinggi sebagai pusat penemuan dan agen
pembaharuan data merealisasikan tugasnya secara lebih sempurna serta membina
para mahasiswa secara lebih baik.
Para manajer dapat
menciptakan teknik sendiri secara rasional yang cocok dengan hasil
pengamatannya sendiri dilembaganya masing-masing. minsalnya dengan teknik
himbauan, contoh dan pengawasan yang kontinu, dengan menugaskan guru-guru/dosen-dosen
senior memberikan problem pada saat-saat istirahat untuk mencegah pembicaraan
yang melantur kesana kesini, memberikan promosi bagi yang bekerja dengan baik ,
membuat kesejahteraan lebih merata dan sejenisnya.
3.
Teknik mengadakan
dan mengatur sumber belajar
Teknik pengaturan
sumber belajar dibutuhkan oleh setiap lembaga pendidikan agar sumber belajar
itu bisa dipakai secara optimal oleh setiap siswa/mahasiswa. Oleh sebab itu
para manajer pendidikan seyogiannya ikut mengusahakan sumber-sumber belajar
minsalnya setiap siswa/mahasiswa yang tamat diwajibkan menyumbangkan satu atau
beberaa buku pelajaran. Begitu pula dengan pengaturan pemakaian sumber belajar
tersebut membutuhkan pemikiran para manajer pendidikan.
4.
Teknik meningkatkan
partisipasi alumni dan masyarakat
Artisiasi alumni
terutama bagi perguruan tinggi bermamfaat dalam pengumpulan umpan balik sebagai
penyempurnaan perguruan tinggi tersebut. Alumni yang pernah berkecimpung dalam
kampus dan kemudian berada dimasyarakat dapat membandingkan kedua keadaan
tersebut terutama yang menyangkut mata kuliah yang pernah dipelajari.
Di samping memberi
umpan balik untuk kepentingan lembaga alumni juga dapat dimamfaatkan dalam
membantu mahasiswa berpraktek, menyelesaikan tugas-tugas berstruktur, tugas
mandiri dan mengadakan penelitian.
5.
Teknik meningkatkan
kerjasama dengan lembaga-lembaga sejenis
Kerjasama dengan
masyarakat setempat sangat bermamfaat bagi sekolah-sekolah. Warga masyarakat
perlu ditingkatkan partisipasinya dalam pendidikan di sekolah, sebab masyarakat
adalah salah satu penanggung jawab pendidikan sekolah .
Kerjasama antar
lembaga adalah merupakan salah satu cara meningkatkan pendidikan. Ada beberapa
contoh kerjasama yang dilakukan oleh perguruan tinggi yaitu kerjasama
himpunan-himpunan jurusan sejenis, kerjasama antara fakultas-fakultas pasca
serjana keguruan dengan beberapa universitas dan kerjasama antara
perguruan-perguruan tinggi dengan kantor-kantor wilayah departemen pendidikan
untuk melakukan praktek mengajar dan pekerjaan kantor.
Bentuk kerjasama
yang lain diciptakan oleh para manajer perguruan tinggi terutama dalam upaya
meningkatkan kualitas pendidikan masing-masing seperti kerjasama dalam
penelitian, pengabdian masyarakat, pertukaran tenaga pengajar, kerjasama dalam
pemakaian sumber belajar dan sebagainya. Begitu pula halnya dengan bekerjasama
antar sekolah dengan sekolah dan sekolah dengan perguruan tinggi juga
memberikan mamfaat yang besar bagi proses belajar para siswa dan para
mahasiswa, para guru bias belajar dari pengalaman guru-guru lain disekolah lain
yang lebih maju.
6.
Teknik ketatausahaan
yang tepat akan waktu dan konsisten
Peranan manajer
dalam memajukan teknik-teknik pendukung proses belajar dalam lembaganya juga
mencakup penertiban dalam ketatausahaan.
Ketidaktepatan
jumlah mahasiswa angkatan tertentu di jurusan dengan fakultas dan dengan
ditingkat pusat minsalnya sangat mungkin disebabkan oleh ketidaklancaran arus
informasi. Begitu pula dengan ketidaktepatan waktu bagi penyelesaian
tugas-tugas ketatausahaan mungkin juga disebabkan oleh ketidak lancaran arus
informasi disamping cara kerja petugas yang belum memadai , bila hal ini
terjadi sudah tentu data menggangu proses belajar minsalnya jadwal kuliah belum
ada, buku resensi belum ada dan sebagainya sementara hari kuliah sudah dimulai.
Hambatan hambatan
tesebut perlu diperhatikan oleh manajer pendidikan yaitu mencarikan jalur
informasi yang lebih efektif, perlu dibuatkan mekanisme kerja yang lebih
sederhana dan perlu pembinaan para pegawai yang lebih serius agar bias bekerja
secara lebih giat dan tertib.
Di samping itu
pekerjaan manajer tersebut diatas tidak perlu dilakukan serentak dengan harapan
berhasil seluruhnya dengan sukses. Hal itu tidak mungkin dapat dilaksanakan
mengingat keterbatasan-keterbatasan manusia. Yang benar ialah dilakukan secara
terencana, sistematis dan kontinu (berkesinambungan) sehingga organisasi
pendidikan tampak benar-benar sebagai kehidupan yang bertumbuh.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Manajer pada aspek
teknik merupakan sesuatu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,
pengontrolan dan pengevaluasi yang dilakukan oleh manajer dalam suatu
organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dan salah satu
elemen/teknik organisasi adalah untuk mengubah input (masukan) menjadi output
(keluaran) yang didahului oleh keputusan-keputusan yang optimal.
2.
Di dalam manajemn
pada aspek teknik terdapat macam-macam kegiatan dan teknik pendidikan dalam memproses
para siswa /mahasiswa dan masing-masing kegiatan tersebut membutuhkan tekni
sendiri-sendiri.
3.
Manajer sebagai
pembina teknik dalam manajemen secara sistem memiliki sikap tersendiri yang
berbeda dengan sifat sub sistem yang lain. Tugas manajer dalam menggerakkan
tugas mandiri dan berstruktur adalah dengan menyediakan kondisi kerja yang
baik.
4.
Peranan manajer
dalam teknik-teknik penunjang kegiatan belajar yaitu :
a.
Teknik menciptakan
masyarakat belajar di sekolah
b.
Teknik menciptakan
masyarakat ilmiah diperguruan tinggi
c.
Teknik mengadakan
dan mengatur sumber belajar
d.
Teknik meningkatkan
partisipasi alumni dan masyarakat
e.
Teknik meningkatkan kerjasama dengan
lembaga-lembaga sejenis
f.
Teknik ketatausahaan
yang tepat akan waktu dan konsisten
B.
Saran-saran
1.
Diharapkan dengan adanya makalah ini bisa membantu kita dalam memahami
tentang manajemen pada aspek tehnik.
2.
Diharapkan masukan yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan pembuatan
makalah kami selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Shorde, William A. And Dan Voich, JR. Organizations
and Management : Basic Sytem Consept, Irwin Book Company, Malaysia, 1974.
No comments:
Post a Comment