KATA PENGANTAR
Alhamdulillah
puji syukur kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi beserta isinya.
Shalawat dan salam tak lupa kita haturkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW
kepada keluarga dan sahabat-Nya.
Atas
ridha dan rahmat –Nya, dengan niat yang tulus akhirnya penulis dengan segala
kemampuan yang terbatas dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul, “Manajemen Pendidikan ”.
Penulis
menyadari sepenuhnya bahwa pada makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Karena itu, penulis memohon
ma’af yang sebesar-besarnya dan untuk
itu penulis mengharapkan saran maupun kritik yang membangun demi kesempurnaan
makalah selanjutnya.
Harapan
yang tulus ikhlas berupa persembahan dan do’a kepada Allah SWT, kiranya makalah
ini dapat memberi manfa’at bagi kita semua. Amin
Sengkang,20 Maret 2012
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
B.
Rumusan
Masalah
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian
dan Pentingnya Manajemen Pendidikan
B.
Ruang
Lingkup dan Fungsi Manajemen Pendidikan
C.
Macam-macam
dan Kesalahan Manajemen Pendidikan
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan
B.
Saran
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Manajemen pada hakikatnya adalah ilmu yang
keberadaannya sangat penting karena dalam ilmu manajemen dimana seseorang
belajar dan mengelola organisasi yang
meliputi berbagai aturan – aturan yang ada.
Manajemen dipelajari tentang seni mengelola
organisasi-organisasi, seni bekerja sama dengan orang lain, serta seni memimpin
sebuah organisasi. Tanpa sebuah manajemen dalam suatu lembaga atau tanpa
pengelolaan dalam suatu lembaga maka, dapat ditebak kalau organisasi itu tidak
lengkap dan tidak teratur secara formal dan kelembagaan, karena dalam manajemen
pendidikan salah satu kepentingannya adalah bagaimana seseorang dapat mengurus
agar supaya bisa mendapatkan hasil terlebih dalam keberhasilan suatu organisasi
apalagi tujuan yang hendak dicapai oleh organisasi itu sendiri.
Dengan munculnya dan berkembangnya sebuah
kelembagaan yang ditata oleh manajemen manajemen yang ada. Oleh karena itu
untuk mencapai sebuah tujuan kita perlu mengenal secara dasararti dan makna
sebuah manajemen dalam sebuah organisasi agar supaya dapat mencapai sebuah
tujuan yang kita inginkan.
B.
Rumusan
1.
Apa
pengertian dan pentingnya manajemen ?
2.
Apa ruang
lingkup manajemen pendidikan ?
3.
Apa macam –
macam manajemen dan apa pula kesalahan
manajemen ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
dan Pentingnya Manajemen
a. pengertian
Manajemen dalam bahasa inggris artinya to manage, yaitu,
mengatur atau mengelola.[1]dalam
arti khusus bermakna memimpin dan kepemimpinan, yaitu kegiatan yang dilakukan
untuk mengelola lembaga atau organisasi, yaitu memimpin dan menjalankan
kepemimpinan dalam organisasi. Orang yang memimpin disebut manajer.[2]
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses
pemamfatan sumber daya manusia secara efektif, yang didukung oleh sumber
–sumber lainnya dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam
pengertian ini ada dua sistem yang
terdapat dalam suatu manajemen, yaitu, sistem
organisasi dan sistem manajerial organisasi. Sistem organisasi berhubungan dengan model
atau pola keorganisasian yang dianut, sedangkan sistem manejerial berkaitan
pola-pola pengorganisasian, kepemimpinan dan kerja sama yang diterapkan oleh
para anggota organisasi.
Konsep dalam pengelolaan berkaitan dengan organisasi
yang di dalamnya memuat komponen-komponen organisasi secara sistemik. Kata
Organ, artinya tubuh yang tersusun
secara sistematis yang terdiri atas beberapa komponen yang saling berhubungan (relationship)
dan memiliki peran serta fungsi secara timbale balik. Kinerja organisasi
bagaikan tubuh manusia yang satu sama lain saling membutuhkan dan saling
menunjang (kaljasad al-wahid yasuddu ba’duhum ba’dan).
Untuk lebih jealasnya berikut para ahli memberikan
pengertian tentang manajemen.
Menurut Horold Koontz dan Cyril O’Donnel, Manajemen
adalah suatu usaha untuk mencapai
tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain, G.R. Terry mengatakan bahwa Manajemen
merupakan suatu proses khas yang
terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan
pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan
melalui pemamfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya..
Menurut Parker Follet mengatakan bahwa manajemen adalah suatu seni, karena untuk
melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus,
terutama keterampilan mengarahkan,
mempengaruhi, dan membina para pekerja agar melaksanakan keinginan pemimpin
demi tercapainya tujuan yang telah
ditetapkan.
Menurut James Stoner mendefenisikan manajemen sebagai
proses perencanaan, pengorganisasian, dan penggunaan sumber daya organisasi
lainnya agar mencapai tujuan organisasi
yang telah ditetapkan.
Manajemen
sebagai senii dan ilmu, keduanya dipadukan dalam rangka mengarahkan dan
mempengaruhi orang lain untuk melaksanakan rencana pemimpin dan mencapai tujuan
sesuai keinginan pemimpin organisasi, baik dalam arti luas maupun arti yang
sempit. Sedangkan secara leksikal Manajemen adalah proses menggunakan sumber daya secara
efektif untuk mencapai sasaran [3]
Sedangkan istilah untuk pendidikan berikut pendapat
para ahli :
Istilah pendidikan berasal dari bahasa asing Education,
to educate yaitu mengasuh, mendidik. Dalam directory of education,
makna education adalah kumpulan semua proses yang memungkinkan seseorang
mengembangkan kemampuan-kemampuan, sikap-sikap dan bentuk-bentuk tingkah laku
yang bernilai fositif dalam masyarakat tempat hidup. Istilah education dapat
juga bermakna sebuah proses sosial tatkala orang dihadapkan dengan lingkungan.
Pendidikan adalah usaha yang dilakukan dengan sengaja
dan sistematis untuk memotivasi, membina, membantu, serta membimbing seseorang
untuk mengembangkan segala potensinya sehingga ia mencapai kualitas diri yang
lebih baik. Inti dari pendidikan adalah usaha pendewasaan manusia seutuhnya
(lahir dan batin) baik orang lain,
maupun dirinya sendiri dalam arti berfikir, berbicara, dan bertindak serta
percaya diri dengan penuh rasa tanggungjawab dalam setiap tindakan dan perilaku
kehidupan sehari-hari. Dalam manajemen
pendidikan dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber
pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan[4]
b. pentingnya
terlebih
dahulu perlu dinyatakan bahwa pendidikan yang dimaksud adalah lembaga atau
organisasi yang bergerak dalam dunia pendidikan. Organisasi adalah wadah yang
didalamnya terdapat semua unsure
manajemen. Setiap organisasi memiliki unsure-unsur sistemik manajerial serta sistem pengelolaan
lembaga. Dalam organisasi terdapat individu-individu yang menjadi anggota
organsisasi. Dalam lembaga pendidikan, anggota administrasi adalah terdapat
para pendidik dengan berbagai jabatan structural dan fungsionalnya. Setiap
oraganisasi dengan seluruh persoanlia di dalamnya, mau tidak mau, selalu memiliki pemimpin, yang
sebutuan tersebut sering disebut dengan
manajer, direktur, ketua, kepala dan presiden. Sebutan tersebut berlaku dan
diterapkan sesuai aturan main yang ada
dalam organisasi masing-masing yang disebut dengan Anggaran Dasar Rumah Tangga
(AD ART) atau Statuta Lembaga Pendidikan.
Pelaksanaan
program organisasi dalam bentuk apa pun senantiasa ditunjang sepenuhnya oleh
keterkaitan semua bidang yang dimaksudkan, dalam lembaga pendidikan ada kepala
sekolah, para pendidik, karyawan, anak didik, fasilitas sarana prasarana
pendidikan dan sebagainya. Dengan gambaran tersebut setiap organisasi, termasuk
lembaga pendidikan membutuhkan proses manajerial yang komprehensif,
sebagaimana dimaksudkan oleh dua belas
urutan manajemen. Sebenarnya kesuksesan
suatu organisasi sangat ditentukan oleh kejalinan dan integritas semua bidang
atau sub bidang, atau sebut saja kompoen-komponen organisasi yang merupakan sumber daya manusia dan sumber daya yang
mendukung terlaksananya semua rencana organisasi. Pandangan yang dimaksudkan
berkaitan dengan peran dan fungsi manajer dalam organisasi, prosfesionalisme
sumber daya manusia, sumber dana yang memadai, dan relasi yang kuat dengan
orgnanisasi eksternal sebagai subjek yang merespon keluarga sekolah, dan
lingkungan masyarakat.
Untuk
mencapai tujuan terdapat beberapa unsure :
a) organisai sebagai wadah utama adanya
manajemen
b) manajer, yang memimpin dan memikul tanggung jawab penuh organisasi
c) aturan main dalam organisasi disebut Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
d) tujuan organisasi dapat ditetapkan
sebelumnya
e) perencanaan yang didalamnya mengandung
berbagai program yang akan dilaksanakan;
f) pengarahan, yang memberikan jalan pada
sumber daya manusia yang ada dalam organisasi.
g) Teknik-teknik dan mekanisme pelaksanaan
kegiatan organisasi
h) Pengawasan terhadap semua aktivita
organisasi agar tidak menyimpan rencana yang telah ditetapkan.
i)
Sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan
kegiatan organisasi sesuai dengan perencanaan.
j)
Penempatan personalitas sesuai dengan keahlian atau
profesionalitas pekerjaan masing-masing
k) Evaluasi terhadap semua kegiatan yang telah
dilakukan dan,
l)
Pertanggung jawaban akhir dari semua aktivitas yang
dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
B. Ruang
lingkup dan Fungsi Manajemen
Ruang
lingkup manajemen pendidikan, terutama
dilihat dari unsure-unsur yang mesti ada dalam pendidikan. Sebagai ilmu,
manajemen pendidikan memiliki teori dan kerangka berfkikir yang sudah teruji,
terutama berhubungan dengan teori-teori kepemimpinan, teori sumber daya manusia
dan teori perilaku organisasi pendidikan.
Teori
manajemen pendidikan yang ilmiah memfokuskan kajiannya pada pentingnya
keberadaan pemimpin atau manajer dan perannya dalam suatu lembaga pendidikan
yang disebut supervisor. Teori klasik menjelaskan pemamfaatan dan pengangkatan personal
penciptaan ikllim lembaga pendidikan yang kondusif. Menurut teori manajemen
pendidikan yang ilmiah, penciptaan iklim yang kondusif bagi lembaga pendidikan
sangat bergantung pada sumber daya manusia yang menggerakkan lembaga
pendidikan, kaerna lembaga pendidikan yang sumber daya manusianya lemah,
meskipun memiliki moda dan fasilitas yang memadai, tidak akan bisa meraih
keberhasilan.
Manajemen
pendidikan juga mengkaji efisiensi dan efektifitas pelaksanaan kinerja lembaga
pendidikan dengan mempertimbangkan tujuan pendidikan, kegitatan pendidikan yang
logis, jumlah sumber daya manusia atau staf yang memadai, disiplin kerja, upah
yang proporsional, bonus yang prestatif, standarisasi pekerjaan yang sistematis.
Teori klasik
pertama diperkenalkan oleh B.I. 1841-1925 manajemen membahas :
a) Technical adalah kegiatan memproduksi dan
mengorganisasikannya, lulusan siap kerja
b) Commercial kegiatan
membeli bahan dan menjual produk, jaringan yang bermamfaat
c) Financial kegiatanpembelanjaan,membutuhkan pendanaan
hinggaterlaksana pendidikan
d) Security kegiatan keamanan misalnya pergaulan anak
didik di dunia luar
e) Accountancy melibatkan pemasukan dan pengeluaran
dana,akurat dan efisien
f) Managerial melaksanakan funsgsi yang membutuhkan
perencanaan dan pengelolaan
Untuk
mencapai hasi seseorang harus mengetahui fungsinya sebagai berikut pakar ilmu
manajemen :
(a) Henry Fayol. Fungsinya adalah :planning(perencanaan),
organizing (organisasi),coordinating(koordinasi), commanding(pengarahan), controlling( pengontrolan), tapi asas bersifat umum,
yaitu : asas pembagian kerja, asas wewenang dan tanggung jawab, kepentingan
umum, pemberian janji yang wajar, pemusatan wewenang, rantai berskala, asas
keteraturan, asas keadilan, kestabilan masa jabatan dan inisiatif, asas
kesatuan
(b) Harol Kootz. Dan Cryl O’Donnell, fungsinya
adalah selain perencanaan dan pengawasan adapula fungsi staffing, yaitu
penyusunan staf atau kepegawaian dan directing atau pengarahan
(c) Lutcher M. Gullih menambah fungsi manajemen
dengan reporting, penyampaian laporan dan budgeting, penyusunan anggaran
pembelanjaan.
(d) George R. Terry. Menambah dengan actuating,
penggerakan.
(e) Louis A. Allen, menambahkan Leading,
kepemimpinan.
(f) John R. R. Beisline sama dengan Fayol
(g) William H. menambahkan fungsi assembling
Resources, penyusunan pegawai atau personallia.
(h) Sondang P. menambahkan dengan Motivating,
motivasi
(i) Lynda F.Urwick menambahkan Forecasting,
mengadakan prediksi kemungkinan yang akan terjadi
(j) Winardi, menambahkan communication,
komunikasi dalam organisasi
(k) The Liang Gie, menambahkan decition making,
keputusan dan fungsi Improving, pengayaan pendekatan, metode, dan strategi
dalam mencapai tujuan
(l) Jhon
D.Millet, menambahkan funsi facilitating, pemberian fasilitas.
C. Macam-macam dan
Kesalahan Manajemen
a. Macam-macam
manajemen
1. Manajemen berdasarkan Sasaran atau tujuan
yang hendak dicapai Seluruh aktivitas manajerial diarahkan pada tujuan yang
telah ditetapkan
2. Manajemen berdasarkan StrukturYaitu
berpijak pada pandangan organisasi adalah struktur personalia. Oleh karena itu
pelaksanaan manajerialnya akan
disesuaikan dengan struktur yang ada.misal tugas dan jabatan jelas, hubungan
antar unit kerja
3. Manajemen berdasarkan TeknikYaitu
pengelolaan acuan berdasarkan teknik operasional atau teknik yang harus
diterapkan yang telah disiapkan,misalnya membahas seluruh kegiatan,
melatih personal demi meningkatkan
keterampilan teknisnya
4. Manajemen berdasarkan Personal Organisasi. Yaitu
pengelolaan personal organisasi yang mempertimbangkan
SDM, misallnya merencanakan tenaga kerja, mengurus pangkat, dan memabangun
komunikasi yang baik
5. Manajemen berdasarkan Informasi Yaitu
memperbincangkan informasi hasil penelitian, perbincangkan pasar global dan
perbincangkan beasiswa serta kompetisi dunia pendidikan.
6. Manajemen Lingkungan
Yaitu mengelola organisasi, lingkungan
internal organisasi meliputi pimpinan organisai dan karyawan, alat alat, metode dll. Llingkungan
eksternal organisasi yaitu lingkungan masyarakat, kerjasama antarorganisasi,
lingkungan lintas pimpinan organisasi dsb.
b. Kesalahan manajemen
Kesalahan manajemen dapat disebabkan beberapa hal, yaitu sebagai berikut
:
1) Belum adanya pola organisasi yang seragam
2) Belum adanya kesatuan bahasa dalam
manajemen
3) Belum adanya minat manajemen di beberapa
pejabat pimpinan
4) Belum adanya keseragaman tentang cara dan
tata kerja antara instansi yang lain
5) Tidak efektifnya pelaksanaan pengawasan
6) Kurang tepatnya koordinasi
7) Tidak sesuainya rencana
dengan kesanggupan Kalau terjadi
perbedaan pendapat antara pejabat pimpinan dan pelaksana
8) Birokrasi yang berbelit belit
9) Tugas yang tidak sesuai dengan keahliannya
10) Adanya dualism kepemimpinan
11) Tidak buat skala prioritas kegiatan
12) Tidak pernah melaksanakan evaluasi terhadap
kegiatan yang sudah dilaksanakan
Tapi untuk mencapai hasil atau untuk tidak terjadinya
MISSMANAGEMENT, sebaiknya setiap organisasi melakukan hal sebaliknya keterangan diatas .
BAB III
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Manajemen adalah suatu
usaha untuk mencapai tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain, G.R. Terry
mengatakan bahwa Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri atas
tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian
yang dilakukan untuk menentukan serta
mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemamfaatan sumber daya
manusia dan sumber daya lainnya..sedangkan
Pendidikan
adalah usaha yang dilakukan dengan sengaja dan sistematis untuk memotivasi,
membina, membantu, serta membimbing seseorang untuk mengembangkan segala
potensinya sehingga ia mencapai kualitas diri yang lebih baik. Inti dari
pendidikan adalah usaha pendewasaan manusia seutuhnya (lahir dan batin) baik orang lain, maupun dirinya sendiri dalam
arti berfikir, berbicara, dan bertindak serta percaya diri dengan penuh rasa
tanggungjawab dalam setiap tindakan dan perilaku kehidupan sehari-hari.
B. Saran
Kami menyadari
bahwa dalam penyusunan makalah kami ini masih ada kekurangan dan kelemahan,
sebagaimana pepatah mengatakan tidak ada manusia yang luput dari kesalahan dan
kekhilafan.Oleh karena itu, kami mengharapkan kritikdan saran yang bersifat
membangun dari para pembaca.
Nurkolis. Manajemen Berbasis Sekolah Teori, Model dan Aplikasi.
Cet. II; Jakarta: PT. Grasindo, 2005
Hikmat. Manajemen Pendidikan. Cet.
I.; Bandung: CV Pustaka Setia, 2009
Pidarta, Made.Manajemen Pendidikan Indonesia , Cet I; Jakarta:
PT. Bina Aksara, 1988
Siagian, Sondang P. Manajemen Abad 21 . Cet.II; Jakarta: PT.Sinar
Grafika Offsett, 1998
[1]Hasibuan,
Manajemen Dasar, Pengertian dan Masalah, Gunung Agung. Jakarta, 1996,h.1
[2]A.M
Kadaman dan Yusuf Udaya, Pengantar Ilmu Manajemen, PT. Prenhallindo,
Jakarta,h.6
[3]
Drs Nurkholis, M.M. Manajemen Berbasis Sekolah, Teori, Model dan Aplikasi,
PT.Grasindo. Jakarta,h.1
[4]
DR. Made Pidarta. Manajemen
Pendidikan Indonesia. (Cet.I; Jakarta: PT.Bina Aksara,1988)h.4
No comments:
Post a Comment